Rabu, 06 Juli 2011

Seperti Seorang Atlit

Dalam hidup saya pribadi, orang mengenal saya sebagai seseorang pecinta olahraga. Beberapa jenis olahraga pernah saya tekuni, dan hampir semua olahraga yang pernah saya tekuni, dapat saya kerjakan dengan baik. Bahkan beberapa orang disekitar saya, menganggap saya serba bisa dalam hal olahraga. Hal ini semua juga didukung dengan kecintaan saya akan olahraga itu sendiri.

Sejak kecil, saya sudah jatuh hati pada dunia olahraga dan menekuninya. Dari pengalaman yang saya dapat, saya melihat bahwa banyak inspirasi yang saya dapatkan dari olahraga itu sendiri. Sepak bola misalnya, tidak ada seorang pemain sepak bola yang hebat tanpa perlu latihan dan kerja keras. Sebut saja pemain bintang seperti Lionel Messi, David Beckham, Ronaldo, dan lain sebagainya. Mereka menjadi seperti sekarang karena pada mulanya, mereka berlatih keras ! (Anda dapat membuktikannya lewat biografi para bintang lapangan hijau tersebut)

Karena beberapa waktu ini saya menekuni dunia fitness, maka saya akan mencoba melihat dari sisi fitness (pembentukan body yang indah hehe). Setelah saya melihat biografi beberapa atlit binaraga yang mempunyai body oke, saya mendapati bahwa apa yang menjadikan mereka saat ini, telah dimulai sejak bertahun-tahun yan lalu ! Saya terkejut karena saya kira kita dapat mempunyai tubuh yang oke hanya dalam waktu yang cukup singkat. Beberapa diantara atlit binaraga dunia menyatakan bahwa ia menghabiskan 5tahun lebih untuk mendapatkan tubuh oke seperti yang diinginkannya. Setiap apa yang masuk ke dalam tubuhnya (yang dimakan atau diminum) menjadi hal penting yang menentukan apakah ia bisa mencapai tujuannya atau tidak. Setiap latihan yang ia lakukan, set demi set dia lakukan dengan keringat dan rasa sakit. salah satu hal yang saya percaya dalam hidup ini adalah, "Tidak ada hal luar biasa yang dicapai dengan cara yang biasa-biasa saja. Segala sesuatu yang besar, tidak didapat dengan instant. Sesuatu yang besar perlu proses dan pengorbanan, karena itu hanya sedikit orang yang dapat menjadi orang yang luar biasa. "

Alkitab mengatakan bahwa (Mat 7 :13-14),
"Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."


Zaman modern saat ini, membuat banyak orang makin melupakan Tuhan. Anak muda yang merupakan generasi yang dipakai Tuhan, menjadi suatu generasi yang bobrok saat ini. Banyak anak muda jatuh ke dalam seks bebas, pornografi, drugs, dll. Bahkan tidak sedikit anak muda yang datang ke gereja hanya karena suatu kewajiban dan kebiasaan. Mereka tidak tahu untuk apa mereka ada disana selain kebiasaan itu sendiri. Mereka tidak mau terlbiat dalam pelayanan dan menganggap pelayanan adalah pekerjaan membuang waktu. Mereka tidak tahu makna dari semuanya itu, karena 1 hal. Mereka tidak mengenal Allah mereka. Mereka tidak tahu siapa yang mereka sembah. Mereka tidak tahu apa yang sudah Tuhan rancangkan untuk hidup mereka.

Bagaimana kita bisa mengenal Tuhan Allah kita? Saya rasa perlu adanya waktu pribadi kita dengan Dia. Mungkin terdengar klise, tapi kita perlu menyediakan suatu waktu untuk berdoa, menyembah, dan merenungkan firman-Nya. Kita perlu membiasakan diri kita menikmati Dia. Seperti seorang atlit yang bekerja keras, demikian juga kita perlu bekerja keras untuk menjadi seseorang yang luar biasa bersama Tuhan yang luar biasa.

Listen:
You call Me father, but you don't obey Me
You call Me teacher, but you don't listen to Me
You call Me light, but you don't see Me
You call Me the way, but you don't follow Me
You call Me Lord, but you don't serve Me
You call Me Truth, but you don't believe Me

Don't be surprised if someday I say "I don't know you" (Matthew 7:23)


sediakanlah waktu untuk Dia. Karena Dia-lah yang akan menyertai kamu sekalian. Gbu

Kamis, 28 April 2011

Madu itu Mahal

Hari ini saya baru saja membeli sebuah madu di toko swalayan dekat rumah saya. Sebelum membelinya, saya tidak melihat harga yang tertera pada kemasan madu tersebut. Saya mencoba melihat merk serupa(beda produk)disekitarnya dan saya mendapati harga yang relatif murah, sekitar 15-25 ribu rupiah. Saya mendapati uang yang ada di dompet saya hanyalah Rp. 40.000,- saja. Tanpa berpikir panjang, saya mengambil satu botol madu tersebut dan membawanya ke kasir. Saat pembayaran dilakukan, ternyata botol madu tersebut dihargai Rp. 38.000,- !! Wow, itu benar-benar menguras uang yang ada di dompet saya !

Saat saya kembali ke rumah, saya mencoba bertanya kepada ayah saya yang memang sudah pernah membeli madu. Ayah saya memberi jawab bahwa harga madu memang tidak murah. Saya merasa kecewa, karena tidak mengetahui harga madu itu sebelum membelinya. Tetapi satu hal yang saya tahu, khasiat madu memang sepadan dengan harganya.

Peristiwa diatas sama halnya dengan penebusan dari Tuhan Yesus Kristus. Kematian Tuhan Yesus di kayu salib merupakan suatu hal yang "mahal". Ia menebus kita dari dosa dan menjadikan kita layak untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Ia benar-benar membayar mahal kita dari tangan si jahat. Peristiwa ini merupakan kemenangan terbesar yang pernah ada. Percayalah bahwa darah-Nya itu mahal dan telah membayar lunas kita semua dari maut. (Jangan bandingkan dengan madu yang saya beli lho ya hehe)

Pertanyaannya adalah apakah kita menyadari bahwa darah-Nya itu mahal? Seberapa banyak diantara kita yang menyadari betapa mahal darah-Nya yang tercurah untuk menebus kita dari dosa? Kita memang sudah diselamatkan saat kita menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, tetapi ingatlah bahwa kita tetap harus mengerjakan keselamatan tersebut.

Filipi 2:12-13
"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya."

Momen paskah masih belum lewat kawan-kawanku, mari kita renungkan lagi betapa besar kasih Tuhan pada kita selama ini. Rasakan kasih-Nya yang dahsyat dan cerminkanlah dalam hidup kita. God bless you

Rabu, 27 April 2011

Siapa yang Kamu Sembah?





Beberapa waktu ini saya banyak disibukkan oleh berbagai macam kegiatan. Baik itu kegiatan olahraga, pelayanan, kuliah, pekerjaan, dan lain-lain. Setiap kegiatan yang saya lakukan hanya membuat fisik saya terasa lelah. Tidak ada kebahagiaan yang saya rasakan saat melakukan semua hal itu.

Aktivitas-aktivitas tersebut membuat saya tidak punya waktu pribadi lagi untuk Tuhan dan untuk pengembangan diri saya. Tidak ada waktu untuk pujian penyembahan, doa, perenungan firman, dan baca buku. Saya merasa kerohanian saya MANDEK alias berhenti total. Bahkan saya hanya menyediakan waktu 5 menit sebelum tidur untuk sekadar membaca firman-Nya. (Saat ini pun saya merasa bahwa membuat tulisan di blog ini merupakan suatu perjuangan. Seakan-akan kemampuan saya menulis sudah mulai berkurang)

Setiap pagi saya merasa bahwa saya harus memulai aktivitas dengan mencari wajah-Nya, tetapi yang saya lakukan hanyalah menunda dan menunda, hingga akhirnya saya tidak melakukan sama sekali. Saya terus berpikir dalam hati saya, apa yang salah dalam hidup saya saat ini?!

Siang ini, saya mengambil keputusan untuk mencari wajah-Nya. Saya memuji menyembah Dia, membaca merenungkan firman, berdoa, dan membaca buku. Saya mencoba mengambil waktu exclusive hanya antara saya dan Tuhan. Saya mendapati bahwa Tuhan mengingatkan saya, siapakah yang saya sembah selama ini? Pekerjaan saya?! Pelayanan saya?! Kesenangan saya pribadi?! Bagaimana dengan Anda? Siapakah yang anda sembah selama ini? TV Anda?! Hobby Anda?! Pekerjaan Anda?! Harta Anda?!

Saya benar-benar sadar bahwa hanya Tuhan-lah yang layak dan harus disembah. Saya banyak menghabiskan waktu untuk pekerjaan, pelayanan, dan banyak kegiatan lainnya tanpa berfokus pada Tuhan. Sia-sia lah apa yang saya lakukan ! Tuhan tidak ingin kita berfokus pada "hadiah" yang Ia berikan. Tuhan ingin kita befokus pada Dia yang memberi "hadiah" tersebut. Tidak ada seorang bapa yang memberikan hadiah untuk anaknya dan berharap bahwa anaknya akan lebih menyayangi hadiahnya daripada sang bapa itu sendiri. Demikian pula dengan Bapa kita di sorga.


Biarlah kita menjadi seseorang yang berfokus pada Tuhan Yesus Kristus dalam segala hal yang kita lakukan. Menjadikan Tuhan sebagai prioritas dalam hidup kita. Berharap kita menjadi "seseorang" yang besar bukan untuk popularitas melainkan untuk memuliakan nama-Nya melalui hidup kita. God bless you all !!

Jumat, 11 Maret 2011

Bertobatlah !

Kali ini saya ingin mengajak teman2 untuk membaca suatu kisah yang akan mengubahkan hidupmu ! Saya tidak menulis blog tersebut, tapi biarlah kisah ini menjadi suatu pembaharuan bagi hidup teman2. Dan saya sarankan untuk terus membaca sampai akhir. Terima kasih (pembacaan ada di link bawah)

http://jesusisloveus.blogspot.com/2011/03/kesaksian-18-persiapan-dirimu-untuk.html
atau
klik disini

Senin, 14 Februari 2011

My Valentine



Baru saja saya melewati valentine's day, dimana banyak orang yang merayakan bersama orang-orang yang dikasihinya. Valentine's day menjadi suatu ajang menunjukkan/membuktikan kasih sayang kita kepada orang-orang disekitar kita. Kasih sayang yang tidak hanya ditujukan kepada pasangan kita melainkan kepada orangtua, teman, dan lainnya.

Tetapi tidak sedikit juga orang-orang yang justru merasa sedih pada hari valentine hanya karena tidak memiliki pasangan. Saat saya melihat hal ini, saya mencoba merefleksikan hal ini pada diri saya, dimana sudah 21tahun lebih saya hidup dan saya MASIH belum pernah memiliki pasangan dalam hidup saya. Tetapi mengapa saya tidak pernah terlalu khawatir akan hal ini?! Saya tahu bahwa saya bukan gay. LOL. Saya juga bukan "tidak laku". hehehe. Tetapi saya menyadari bahwa saya tahu yang terbaik akan Tuhan berikan saat kita benar-benar siap. Kasihilah Tuhan kita terlebih dahulu, agar kita tahu bagaimana kasih itu sebenarnya, karena hanya melalui Dia-lah kita belajar tentang kasih. Selama kita belum memiliki pasangan, kita bisa belajar untuk mengasihi orang-orang disekitar kita terlebih dahulu. Mengasihi orang tua kita, saudara kita, teman2 kita, dan orang-orang disekitar kita lainnya. Bagaimana kita bisa mengasihi pasangan kita, apabila kita tidak pernah bisa mengasihi orangtua kita yang telah merawat kita sejak kita masih kecil? Bagaimana kita bisa peduli pada pasangan kita apabila kita tidak pernah bisa peduli dengan saudara yang terlebih dahulu ada di sekitar kita?

Saya teringat akan seorang sahabat saya yang berkata bahwa Tuhan akan memberikan kita pasangan saat kita telah "siap" dan pasangan yang diberikan pasti seimbang dengan kita.

“TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
(kejadian 2 : 18)

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”
(2 korintus 6 : 14)

Banyak pertanyaan yang ditujukan kepada saya selama ini, khususnya pada saat momen valentine ini tiba. Mengapa saya masih single di usia saat ini?! Apakah kamu nga kepengen married?! Apakah kamu gay?! (What The Wew !!) dan banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya yang kadang membuat saya tertawa, tetapi terkadang cukup menjengkelkan hehehe. Tetapi apa yang Tuhan bisikan dalam hati saya jauh lebih kuat daripada apa yang dikatakan oleh orang-orang tersebut.

(1)Tuhan masih ingin saya berfokus pada apa yang menjadi kehendak-Nya. Saya masih berperang buat Tuhan saya. Tuhan tahu bahwa saya "masih" belum membutuhkan seorang penolong(pasangan) untuk saat ini.

(2)Tuhan ingin saya meraih mimpi yang telah saya mimpikan selama ini. Yang membuat tidur saya tidak nyenyak karena mimpi-mimpi saya :)

(3)Tuhan ingin saya untuk belajar tentang makna "kasih" itu lebih lagi sebelum saya dipertemukan dengan "tulang rusuk" saya yang hilang itu hehehe

(4)Dan lain-lain. hehe masih banyak hal lainnya yang Tuhan bisik-kan dalam hati saya.


Untuk apa kita bersusah hati pada hari-hari ini? Bangkitlah ! Lakukan yang terbaik yang kamu bisa lakukan dalam hidup ini ! Saat kita mencari Kerajaan-Nya, segala sesuatunya akan ditambahkan kepadamu. Itu yang Tuhan janjikan, just believe it !

Tenanglah dan dengarkan apa yang Tuhan bisik-kan dalam hati anda ! Apabila kita belum bisa mendengarkan suara-Nya, carilah Dia lebih lagi, karena Dia adalah Allah yang mengasihi setiap anak-Nya. Ia akan selalu memberikan yang terbaik bagi kita semua. God bless.....Happy valentine's Day !

Minggu, 06 Februari 2011

The Power of Talent




Kemarin malam, saat beribadah di gereja saya, saya mendapati suatu suguhan menarik dari atas mimbar. Gereja kami kedatangan para pelayan Tuhan yang luar biasa, mereka adalah Jason (pencipta lagu "Bapa sentuh hatiku") dan Jose Carol (JPCC). Kesaksian dan khotbah mereka benar-benar membekas dalam hati saya. Tetapi ada satu hal yang menarik yang ingin saya bagikan di blog ini.

Saat jason menyanyikan lagu "Bapa sentuh hatiku", ia mengajak duet seorang anak perempuan (miss K) dari gembala gereja saya yang kira-kira berumur 12-14 tahun (masih SMP). Sekedar info, saya sangat mengagumi setiap orang yang mempunyai suara merdu (karena saya punya suara yang sumbang). Saat miss K menyanyikan lagu tersebut, saya benar-benar terpukau dan kagum akan kemampuannya dalam bernyanyi. Hati saya terasa cenat-cenut dan lidah saya kelu. She's got the talent!

Dalam hidup ini, saat kita melakukan sesuatu yang kita kuasai, maka hasilnya akan luar biasa. Banyak diantara kita ingin menjadi seperti orang lain, melakukan sesuatu yang tidak kita kuasai. Kita seperti berlari diatas tread mill, berlari secepat-cepatnya tetapi kita tetap di tempat yang sama. Kita sering membuang waktu untuk sesuatu yang tidak berarti. Tuhan sudah menciptakan kita sesuai porsi kita masing-masing. Jangan menginginkan porsi orang lain hanya karena kita menginginkannya, karena apa yang kita inginkan belum tentu sesuai dengan keinginan-Nya. Tetapi lakukanlah apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita!

Apabila kita masih tidak mengetahui apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita, maka mendekatlah kepada diri-Nya lebih lagi dan mintalah tuntunan-Nya. Dikatakan di matius 7:7, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”. Tuhan tidak akan membiarkan kita berjalan tanpa arah, ia akan selalu menuntun kita, selama kita mau mengikuti tuntunan-Nya. Ambil keputusan sekarang juga untuk mengikuti tuntunan-Nya ke suatu jalan yang berkemenangan. Jadilah diri anda sendiri, karena Tuhan punya rencana yang indah dan unik untuk setiap kita! God bless...

Selasa, 25 Januari 2011

Nyanyian si Jangkrik




Suatu hari, seorang dari desa mengunjungi temannya di kota. Bunyi ribut mobil-mobil dan derap orang yang lalu-lalang sangat menganggu orang desa itu.

Kedua orang itu kemudian berjalan-jalan dan tiba-tiba orang desa itu berhenti, menepuk pundak temannya dan berbisik, "Berhentilah sebentar. Apakah kamu mendengar suara yang kudengar?"

Teman kotanya itu menoleh ke arah orang desa itu sambil tersenyum, dan kemudian berkata, "Yang saya dengar hanyalah suara klakson mobil serta suara orang lalu-lalang. Apa yang kau dengar?"

"Ada seekor jangkrik di dekat sini dan saya bisa mendengar suara nyanyiannya."
Teman dari kota itu mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Saya pikir kamu hanya bergurau. Tidak ada jangkrik di sini. Dan seandainya ada, bagaimana orang bisa mendengar suaranya di tengah kebisingan jalan ini? Jadi kamu pikir kamu bisa mendengarkan suara seekor jangkrik?"

Kata orang desa itu, "Ya! Ada satu ekor yang bernyanyi di sekitar sini sekarang." Orang desa itu berjalan ke depan beberapa langkah, lalu berdiri di samping tembok suatu rumah. Di situ ada tanaman yang tumbuh merambat. Orang desa itu memetik beberapa daun, dan di atas daun itulah terdapat seekor jangkrik yang bernyanyi keras sekali.

Teman dari kota itu kini bisa melihat jangkrik itu, dan dia pun mulai bisa mendengar kan suara nyanyiannya. Ketika mereka kembali berjalan-jalan, orang kota itu berkata kepada teman desanya, "Kamu secara alami bisa mendengar lebih baik dari kami."

Orang desa itu tersenyum dan kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berkata, "Saya tidak setuju dengan pendapatmu. Orang desa tidak bisa mendengar lebih baik daripada orang kota. Sekarang lihat, saya akan memperlihatkannya kepadamu!"

Lalu, orang desa itu mengambil uang logam dan menjatuhkannya di trotoar. Bunyi uang logam itu membuat banyak orang menoleh ke arahnya. Kemudian orang desa itu memungut uang logam itu dan menyimpannya kembali di kantungnya, dan kedua orang itu kembali berjalan-jalan.

Kata orang desa itu, "Tahukah kamu sobat, suara uang logam itu tidak lebih keras daripada nyanyian jangkrik tadi. Meski demikian, banyak orang kota mendengarnya dan menoleh ke arahnya. Di lain pihak, saya adalah satu-satunya orang yang mendengar suara jangkrik itu. Alasannya tentu bukan bahwa orang desa bisa mendengar lebih baik daripada orang kota. Tidak. Alasannya adalah bahwa kita selalu mendengar dengan lebih baik hal-hal yang biasanya kita perhatikan."




Seberapa banyak diantara kita yang dapat mendengar suara Tuhan dan menyadari panggilan Allah dalam hidup kita?

Banyak diantara kita tidak tahu panggilan Allah dalam hidup kita, bukan dikarenakan Tuhan memilih orang-orang tertentu saja, tetapi kita tidak pernah membiasakan diri untuk mendengar suara-Nya. Kita terlalu sibuk dengan studi kita, pekerjaan kita, hobby kita, hiburan-hiburan, dan hal-hal duniawi lainnya. Kita tidak sungguh-sungguh MAU untuk mengetahui panggilan Allah dalam hidup kita.

Saat pertama kali saya memutuskan untuk mengikut Kristus, saya meluangkan banyak waktu saya untuk mengenal-Nya lebih lagi. Saya tidak mengisi waktu luang saya untuk Kristus, tetapi saya meluangkan waktu untuk Dia. Ada perbedaan yang jelas antara mengisi waktu luang dan meluangkan waktu ! Saat kita mengisi waktu luang, itu berarti kita hanya memanfaatkan waktu kosong kita untuk Dia. Tetapi meluangkan waktu, itu berarti kita menciptakan waktu untuk Dia (meskipun sulit).

Apabila kita sering meluangkan waktu untuk Dia (berdoa, memuji-menyembah, baca firman,dll), maka kita dapat mengenali suara-Nya dimanapun kita berada. Apabila kita mengenal siapa Tuhan yang kita sembah, kita dapat mengetahui keinginannya (panggilan) dalam hidup kita. Jangan terlalu banyak alasan saat kita ingin mencapai suatu kehidupan yang berkemenangan. Hanya pecundang-lah yang terus beralasan karena tidak memiliki waktu untuk Dia (sang JURU SELAMAT).

Do you want to know who you are? Don't ask. Act! Action will delineate and define you.
Thomas Jefferson